Presiden Akui Ada ‘Mismatch Pendidikan’
(Kompas, 6 Februari 2008) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui adanya mismatch atau ketidaksesuaian antara lulusan perguruan tinggi dan kualifikasi yang dibutuhkan sektor industri dan jasa di masyarakat. Akibatnya timbul masalah ketika lulusan perguruan tinggi tersebut ingin mencari pekerjaan.
|
Sebagai sebuah perusahaan konsultan maka MarkPlus & Co memerlukan sumber daya manusia yang bukan SDM biasa. Dia harus bukan cuma berkualitas, tetapi juga harus kreatif, dan mampu berpikir strategik. Sudah terbukti IBII bisa dan mampu menyediakan SDM seperti itu. Karena itu alumni IBII telah kami tempatkan antara lain di kantor MarkPlus Inc. Singapore.
Hermawan Kartajaya
President & Leading Service Officer, MarkPlus Inc. |
![]() |
Dengan visi ingin menjadikan IBII sebagai pusat unggulan yang menghasilkan lulusan bermutu tinggi di bidang bisnis dan informatika, kurikulum dirancang dengan mempertimbangan kebutuhan dunia usaha dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Diasuh oleh para staf pengajar berpendidikan S2 dan S3 dan praktisi bisnis, serta didukung oleh sarana dan fasilitas pembelajaran yang memadai, IBII menyiapkan lulusan yang berilmu, berkarakter, dan beriman, agar mampu berkompetisi dan berkembang di dunia kerja. |
Lulusan yang berilmu akan memiliki kompetensi keilmuan yang tinggi sesuai tuntutan dunia kerja dan mampu mengembangkan kapasitas diri untuk menjadi insan pembelajar. Lulusan yang berkarakter akan memiliki nilai-nilai yang mengutamakan kebenaran, kejujuran, akuntabilitas, keterbukaan, kedisiplinan, komunikasi interpersonal, dan menghargai rekan kerja. Kesempatan mengenyam pendidikan tinggi yang bermutu adalah anugerah dari Sang Pencipta. Mahasiswa dididik untuk beriman, bersyukur, dan menghargai anugerah ini. Dengan kemampuan ini diharapkan lulusan dapat berkembang di dunia kerja dan memberi kontribusi bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan ber negara. |
|